{"id":4210,"date":"2026-07-20T09:40:20","date_gmt":"2026-07-20T09:40:20","guid":{"rendered":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/?p=4210"},"modified":"2026-07-20T09:40:34","modified_gmt":"2026-07-20T09:40:34","slug":"merdeka-sampah-ui-gandeng-brin-dan-mitra-industri-kembangkan-model-zero-waste-di-institusi-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/merdeka-sampah-ui-gandeng-brin-dan-mitra-industri-kembangkan-model-zero-waste-di-institusi-pendidikan\/","title":{"rendered":"Merdeka Sampah: UI Gandeng Brin Dan Mitra Industri Kembangkan Model Zero Waste Di Institusi Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>Berangkat dari peliknya persoalan pengelolaan sampah di Indonesia yang membutuhkan pendekatan alternatif yang tidak hanya mengandalkan teknologi, akademisi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Mochamad Chalid, S.Si., M.Sc.Eng., menginisiasi program <em>Merdeka Sampah: Institutional Transformation Towards Zero Waste in Educational Institutions, <\/em>yang terealisasi berkat dukungan hibah <em>World Class University <\/em>(WCU)<em>. <\/em>Program ini bertujuan mendorong transformasi pengelolaan sampah di berbagai institusi pendidikan melalui pendekatan yang sistematis, edukatif, dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Dalam pelaksanaannya, program <em>Merdeka Sampah <\/em>yang digagas Prof. Chalid, yang juga seorang Guru Besar dari Departemen Teknik Metalurgi &amp; Material Fakultas Teknik (FTUI), berkolaborasi dengan Center for Sustainability and Waste Management Universitas Indonesia (CSWM UI). Tak berhenti di situ, program ini juga bersinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan mitra industri, <em>Viro, <\/em>dalam mengembangkan model percontohan <em>(pilot model) <\/em>pengelolaan sampah berbasis <em>zero waste <\/em>di lingkungan pendidikan.<\/p>\n<p><em>Merdeka Sampah <\/em>sendiri merupakan bagian dari pengabdian masyarakat FTUI yang berfokus pada pembangunan budaya peduli lingkungan melalui edukasi dan perubahan perilaku sejak dini. Melalui rangkaian pelatihan dan <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD) bertajuk <em>Roadmap Waste Management Institusi Pendidikan,<\/em> jajaran sekolah dan kampus mitra didorong tidak hanya menjadi ruang pembelajaran formal, tetapi juga menjadi ruang praktik keberlanjutan yang berdampak nyata.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, terdapat tujuh aspek utama keberlanjutan yang dikedepankan oleh program ini, seperti <em>leadership, awareness, facility, regulation, technology, organizing, <\/em>dan <em>financial. <\/em>Pendekatan yang diterapkan dalam program ini merupakan penegas bahwa dalam pengelolaan sampah di institusi pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan teknologi, tapi juga membutuhkan karakter kepemimpinan yang kuat, tata kelola yang terstruktur, perubahan kebiasaan, serta ditopang komitmen bersama seluruh anggota institusi.<\/p>\n<p>Prof. Chalid menyampaikan, \u201cSekolah dan kampus merupakan tempat terbaik untuk menanamkan kebiasaan baru. Ketika budaya mengelola sampah dibangun sejak dini, dampaknya tidak hanya dirasakan di lingkungan pendidikan, tetapi juga meluas ke keluarga dan masyarakat. Karena itu, perubahan perilaku harus menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.\u201d<\/p>\n<p>Dalam implementasinya, setiap institusi pendidikan didorong untuk mengidentifikasi kondisi aktual, tantangan, dan aksi prioritas pengelolaan sampah yang berfokus pada pengurangan timbulan, pemilahan dari sumber, pengolahan sampah organik, serta penguatan tata kelola data. <em>Roadmap<\/em> yang disusun melalui program ini diharapkan mampu menjadi panduan awal dalam memperkuat sistem yang terintegrasi, mulai dari perubahan perilaku warga institusi dan penguatan fasilitas pendukung, hingga pengembangan kawasan edukatif berbasis lingkungan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa pengelolaan sampah membutuhkan kolaborasi multipihak dan solusi berbasis ilmu pengetahuan.<\/p>\n<p>\u201cPerguruan tinggi tidak hanya menghasilkan pengetahuan dan inovasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi yang menjawab tantangan masyarakat. Melalui program <em>Merdeka Sampah,<\/em> FTUI mendorong sinergi antara akademisi, pemerintah, dan industri untuk membangun model pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan dapat menjadi referensi bagi institusi pendidikan di Indonesia,\u201d tutur Prof. Kemas.<\/p>\n<p>Kolaborasi <em>triple helix <\/em>antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri yang digagas dalam program <em>Merdeka Sampah <\/em>ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi pengembangan solusi pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi serta mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan sampah berkelanjutan di institusi pendidikan.<\/p>\n<p>Selain itu, inisiatif program ini juga sejalan dengan upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3 <em>(Good Health and Well-being) <\/em>dan SDG 12 <em>(Responsible Consumption and Production) <\/em>melalui penguatan tata kelola sampah yang berkelanjutan dan pembentukan generasi yang lebih sadar serta bertanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan.<\/p>\n<p>Melalui keberhasilan inisiatif program <em>Merdeka Sampah<\/em> ini, UI kembali mempertegas posisinya sebagai kampus terkemuka di Indonesia yang menjadi garda terdepan dalam mewadahi riset dan gagasan solutif bagi pelestarian lingkungan hidup secara berkelanjutan. Komitmen nyata UI dalam mendorong kolaborasi lintas sektor ini membuktikan bahwa inovasi sains dan teknologi yang lahir di dalam laboratorium kampus mampu dihilirisasi menjadi gerakan sosial kemasyarakatan yang berdampak luas. Langkah strategis ini sekaligus mengukuhkan dedikasi UI dalam mencetak generasi masa depan yang berwawasan hijau demi mengawal masa depan bumi yang lebih baik.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berangkat dari peliknya persoalan pengelolaan sampah di Indonesia yang membutuhkan pendekatan alternatif yang tidak hanya mengandalkan teknologi, akademisi Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Mochamad Chalid, S.Si., M.Sc.Eng., menginisiasi program Merdeka Sampah: Institutional Transformation Towards Zero Waste in Educational Institutions, yang terealisasi berkat dukungan hibah World Class University (WCU). Program ini bertujuan mendorong transformasi pengelolaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":4211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4210"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4213,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4210\/revisions\/4213"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}