{"id":2728,"date":"2019-08-14T08:56:56","date_gmt":"2019-08-14T08:56:56","guid":{"rendered":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/?p=2728"},"modified":"2019-08-14T08:56:56","modified_gmt":"2019-08-14T08:56:56","slug":"mahasiswa-ftui-kembangkan-semen-ramah-lingkungan-dan-cepat-kering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/mahasiswa-ftui-kembangkan-semen-ramah-lingkungan-dan-cepat-kering\/","title":{"rendered":"Mahasiswa FTUI Kembangkan Semen Ramah Lingkungan dan Cepat Kering"},"content":{"rendered":"\n<p> Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dari  Departemen Teknik Metalurgi dan Material (DTMM)  mengembangkan\u00a0Geofast\u00a0sebuah produk semen ramah lingkungan dan cepat  kering yang\u00a0 berbasis pada reaksi geosintesis silika dan alumina. Berkat  terobosan ketiga mahasiswa tersebut, Geofast berhasil memperoleh  penghargaan pada ajang ISIF (<em>International Science and Invention Fair<\/em>) Juni 2019 di Bali dengan perolehan medali perak. <\/p>\n\n\n\n<p>Geofast, produk yang dikembangkan oleh \nAchmad Fauzi Trinanda, Elton Cang dan Rama Aditya Syarif di bawah \nbimbingan Dr. Ir. Sotya Astutiningsih, M.Eng ini memiliki keunggulan \njika dibandingkan dengan semen konvensional, yaitu terbuat dari limbah \nindustri sebagai sumber alumina silika sehingga lebih ramah lingkungan \ndibandingkan dengan semen Portland yang biasa digunakan di masyarakat. \nLimbah industri yang dimanfaatkan adalah terak nikel.<\/p>\n\n\n\n<p>Achmad Fauzi\u00a0menuturkan, \u201cKami mengamati  pemerintah tengah masif menjalankan pembangunan sehingga kebutuhan akan  material bangunan terutama semen pasti meningkat. Namun di sisi lain,  proses produksi semen konvensional (<em>portland<\/em>) sangat tidak  ramah lingkungan karena dalam proses kalsinasi batu kapur (CaCO3)  menjadi CaO mengeluarkan emisi gas CO2 ke atmosfer yang dapat  menyebabkan pemanasan global.<\/p>\n\n\n\n<p>Oleh karena itu, kami mengkreasikan semen \ngeopolimer yang lebih ramah lingkungan karena dibuat dari limbah \nindustri. Dengan terciptanya produk ini, diharapkan pembangunan di \nIndonesia berjalan dengan baik, dengan tetap memperhatikan sisi \nlingkungan yang tetap terjaga.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p>Selain ramah lingkungan, produk ini juga \nmemiliki sifat cepat kering sehingga durasi pengerjaan akan menjadi \nlebih singkat. Semen konvensial memiliki durasi kering berkisar 28 hari,\n sedangkan semen Geofast berkisar 7 hari. Diharapkan kehadiran mahasiswa\n UI melalui inovasi dan penelitiannya dapat memecahkan permasalahan yang\n ada di tengah masyarakat melalui terobosan yang solutif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material (DTMM) mengembangkan\u00a0Geofast\u00a0sebuah produk semen ramah lingkungan dan cepat kering yang\u00a0 berbasis pada reaksi geosintesis silika dan alumina. Berkat terobosan ketiga mahasiswa tersebut, Geofast berhasil memperoleh penghargaan pada ajang ISIF (International Science and Invention Fair) Juni 2019 di Bali dengan perolehan medali perak. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":2729,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2730,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2728\/revisions\/2730"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2729"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/dopf.ui.ac.id\/v1\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}