Depok, 14 Juli 2026. Universitas Indonesia (UI) menegaskan komitmennya sebagai kampus kolaboratif dalam menyediakan wadah pendidikan berkualitas guna mendongkrak kapabilitas aparatur desa. Melalui koordinasi Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI, komitmen ini diwujudkan lewat peluncuran program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II pada 13 hingga 16 Juli 2026. Agenda kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI ini dirancang sebagai respons sistemik untuk menjamin tata kelola pemerintahan desa yang responsif, transparan, dan akuntabel. Pembukaan acara di Balai Purnomo Prawiro sendiri dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Pol. (Purn) Prof. Drs. H. Tito Karnavian, M.A., Ph.D.
Program KDMK bertujuan menyamakan standar kompetensi manajerial, kepemimpinan publik, dan literasi kebijakan para kepala desa yang memiliki latar belakang pendidikan bervariasi, di mana sekitar 61% merupakan lulusan SMA. Lewat program intensif yang menyasar ratusan kepala desa dari berbagai daerah ini, UI menginisiasi penyeragaman kompetensi demi menguatkan fondasi menuju Smart Village, sekaligus mencetak pemimpin publik modern yang mampu mengelola administrasi secara profesional demi kesejahteraan warga.
Dalam kuliah umumnya, Mendagri Tito Karnavian mengapresiasi terobosan UI yang dinilai krusial untuk mencegah ketimpangan pembangunan antara kota dan desa. Mendagri mengingatkan pentingnya memperkuat desa dengan merefleksikan fenomena urbanisasi ekstrem di Jepang dan Seoul yang memicu penyusutan penduduk hingga membuat pedesaan menjadi mati.
Lebih lanjut Tito menjelaskan, “Kemendagri secara khusus memilih bekerja sama dengan UI sebagai kampus terbaik di Indonesia yang memiliki kualitas akademis mumpuni. Melalui modul kepemimpinan, manajemen, dan inovasi yang diajarkan di sini, kami berharap kerja sama ini mampu menambah kemampuan para kepala desa sehingga pengelolaan anggaran pembangunan dari pusat dapat dieksekusi secara transparan, akurat, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.”
Sementara itu, Wakil Rektor UI Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., yang mewakili Rektor UI, menyitir filosofi Proklamator Mohammad Hatta bahwa nyala Indonesia bersumber dari cahaya di desa. Prof. Hamdi memaparkan bahwa Smart Village hanya akan terwujud melalui sinergi metode ilmiah kampus dan kearifan lokal lapangan untuk merealisasikan enam pilar pemerintahan desa berdampak. Beliau menekankan pentingnya proses unlocking atau membuka sumbat potensi kepemimpinan desa melalui program ini.
“Saatnya kepala desa masuk kampus untuk menimba ilmu, bukan demi mengejar gelar akademik, melainkan sebagai langkah nyata membuka ruang bertukar gagasan, serta memastikan para kepala desa pulang dengan peta jalan inovasi dan jejaring kuat yang siap diimplementasikan demi kemajuan bangsa,” tegas Prof. Hamdi. Ia menambahkan, keberhasilan program tidak diukur dari sertifikat, melainkan perubahan nyata di masyarakat melalui efek domino yang dimulai dari bootcamp intensif, eksekusi proyek perubahan di desa selama 6–8 minggu, hingga audit sosial oleh warga.
Sebagai bagian dari kurikulum, Guru Besar FIB UI, Prof. Manneke Budiman, Ph.D., turut membawakan materi tata kelola dan kepemimpinan strategis untuk inovasi sosial berbasis kearifan lokal. Peserta dibekali kemampuan kepemimpinan krisis (crisis leadership) guna mengoptimalkan potensi spesifik wilayah (local commonings) agar mampu membangun resiliensi ekonomi dan kebudayaan lokal di tengah derasnya kebijakan top-down.
Selama di UI, 434 kepala desa menjalani perkuliahan intensif yang mencakup lima area utama, mulai dari tata kelola dan kepemimpinan strategis (penentuan prioritas program), manajemen informasi publik (administrasi digital desa), hilirisasi dan BUMDes (pemetaan potensi ekonomi), pengelolaan lingkungan (ekonomi sirkular), serta inovasi sosial menggunakan metode design thinking.
Penyelenggaraan agenda ini melahirkan ruang kolaborasi dua arah yang strategis. Bagi kepala desa, momentum ini menjadi kesempatan mengasah kompetensi taktis dengan bimbingan akademisi. Sebaliknya, bagi sivitas akademika UI, kehadiran para pemimpin daerah yang membawa pengalaman riil lapangan menjadi lumbung informasi sempurna untuk menelaah, meriset, dan memetakan ekosistem pemerintahan desa di seluruh Indonesia secara komprehensif.
Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI, Dr. Drs. La Ode Ahmad P. Bolombo, A.P., M.Si., beserta jajaran, serta Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo, M.Sc., Ph.D., beserta para dekan dan direktur universitas. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan keseriusan bersama dalam mengawal lahirnya barisan kepala desa yang kompeten dan berdedikasi.
Melalui keberlanjutan program KDMK, UI menempatkan diri sebagai mitra strategis yang siap mendampingi aparatur desa secara kontinu dalam menyusun roadmap development inovasi daerah. Dengan komitmen menjaga integritas kepemimpinan publik, UI terus memperkuat eksistensinya sebagai kampus yang mengalirkan ilmu pengetahuan untuk memberdayakan masyarakat, menjaga akuntabilitas, dan mendorong kemakmuran yang merata dari pinggiran Indonesia.


