Energi Baru Terbarukan di Universitas Indonesia menunjukkan pertumbuhan kapasitas setiap tahunnya
Energi Baru Terbarukan (EBT) merupakan sumber daya atau energi yang dapat diperbaharui secara alami dan tidak terbatas dalam hal ketersediaannya, sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan. EBT juga dikenal sebagai energi bersih karena tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. EBT adalah solusi kunci untuk mengatasi tantangan energi global saat ini, termasuk perubahan iklim, keterbatasan sumber daya fosil, dan pencemaran lingkungan.
Energi Baru Terbarukan (EBT) ini adalah langkah nyata mendukung Transisi energi, untuk beralih dari pemakaian energi fosil ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan. Upaya yang telah dilakukan dalam mendorong transisi energi di Universitas Indonesia adalah menambah kapasitas pembangkit EBT. Jenis EBT yang ada di Universitas Indonesia yaitu Solar Cell, Clean Biomass, Wind Turbin, dan Micro Hydro.
Tercatat, realisasi kapasitas terpasang pembangkit EBT di Universitas Indonesia pada tahun 2024 mencapai 722.69 kWp Solar Cell, 7.90 kWh Clean Biomass, 5.20 kWh Wind Turbin, dan 1.237 kWh Micro Hydro. Kapasitas EBT ini mengalami pertumbuhan pada kapasitas solar cell, dimana mengalami pertumbuhan18,58 kWp dibandingkan tahun 2023 kapasitas solar cell sebesar 705,11 kWp. Pembangkit Listrik Tenaga Surya masih menyumbangkan porsi terbesar pada tahun 2023 dan 2024. Kedepannya, program ini akan diteruskan secara berkelanjutan dengan harapan Universitas Indonesia dapat memperluas jenis Energi Baru Terbarukan serta meningkatkan kapasitas dari jenis EBT yang telah ada.
Berikut data Energi Baru Terbarukan di Universitas Indonesia Tahun 2023 dan 2024